oleh

Polres Agam Penjarai Seorang Oknum Guru PNS Cabuli Bocah Sesama Jenis

Agam, (Nagaripost) – Aksi pedofilia oknum guru di Kabupaten Agam, Sumatera Barat akhirnya terhenti ditangan Satreskrim Polres Agam setelah mendapat laporan dari pihak keluarga korban atas tindak pidana pencabulan terhadap bocah laki-laki dibawah umur.

Informasi yang dihimpun, pelaku pedofilia itu berinisial FR (56) warga kecamatan Lubuk Basung dan bagi korban sendiri bukanlah orang asing bagi tersangka. Antara pelaku dan korban sempat tinggal bertetangga diwilayah itu.

“Usai menerima laporan atas perilaku menyimpang tersangka, tim langsung melakukan serangkaian penyelidikan, tersangka berhasil kami tangkap dua hari lalu,” ujar Kapolres Agam, AKBP Dwi Nur Setiawan didampingi jajaran saat pers release pengungkapan kasus tersebut. Jumat (10/9), di Mapolres setempat.

Dibeberkan Kapolres Dwi Nur Setiawan, aksi pencabulan yang dilakukan pelaku kepada seorang bocah laki-laki berlangsung pada akhir Agustus lalu. Aksi bejat itu dilakukan disejumlah lokasi dalam aktivitas berburu babi diwilayah Bawan dan Palembayan.

Baca juga :  Tim Ops Resnarkoba Polres Agam Ciduk HM, Diduga Pelaku penyalahgunaan Narkotika

“Modus pelaku yakni mengajak korban berburu babi. Jadi korban dan pelaku ini memang sama-sama hobi berburu, kemudian korban juga diiming-imingi duit,” kata Kapolres Agam.

Pelaku pun sering menggoda korban dengan mengirim video dan gambar-gambar berbau seksual sesama jenis kepada korban melalui pesan aplikasi sosial media.

Termasuk mengirimkan foto-foto syur pribadinya kepada korban. Pelaku juga pernah meminta korban berbagi gambar yang sama kepadanya, namun hal itu ditolak korban dengan alasan tidak memiliki pulsa.

Hari-hari berlanjut dan sampai pada malam 30 Agustus 2021, pelaku mengajak korban menemaninya berburu untuk esok harinya. Permintaan ini disanggupi oleh korban, karena memang hobinya juga.

Keesokan harinya, pelaku menjemput korban ditempat yang dijanjikan di Simpang Kampung Dagang, Nagari Bawan. Sekira pukul 10.00 Wib, mereka bertemu dan pergi bersama untuk berburu menggunakan mobil pickup merk Kijang milik pelaku.

Baca juga :  Percekokan Antara Kakak Adik, Berujung Bersimbah Darah

Diperjalanan, saat berada di Jl Lintas Bawan-Palembayan, pelaku mulai melancarkan aksi bejatnya kepada korban didalam mobil. Berhubung korban masih anak-anak kata Kapolres, ia hanya bisa diam dan takut untuk melawan.

Setelahnya, aksi pencabulan itu berlanjut dilokasi perburuhan di Palembayan. Saat sampai dilokasi, pelaku membawa korban kesemak-semak dan kembali mencabulinya. Disana korban sempat memohon agar pelaku menghentikan perbuatannya, namun tidak dihiraukan.

Belum puas juga, pelaku kembali mencabuli korban setelah aktivitas berburu saat dalam perjalanan pulang ke Bawan, sekitar pukul 15.30 Wib.

“Usai melancarkan aksi penyimpangan seksualnya berkali-kali, korban diberi uang Rp100 ribu dan mengancamnya agar tidak menceritakan kepada orang lain,” papar Kapolres.

Baca juga :  Kedapatan Kantongi Daun Ganja ; Diusia Tidak Muda Lagi, HS Harus Berurusan Sama Polisi

Kasus itu imbuh Kapolres, akhirnya diungkap pihak kepolisian setelah mendapat laporan dari keluarga korban. Pelaku berhasil diringkus aparat pada 8 September 2021 beserta sejumlah barang bukti berupa pakaian korban, mobil dan handphone.

Saat ini, oknum guru pedofilia tersebut sudah mendekam dibalik jeruji besi di Mapolres Agam untuk dimintai pertanggungjawaban hukum.

Serta FR disangkakan melanggar Pasal 76E jo Pasal 82 ayat (1) UU No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Serta disangkakan melanggar Pasal 289 jo Pasal 292 KUH Pidana dengan ancaman maksimal 15 tahun kurungan penjara. (Y)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed