oleh

Komisi IV DPRD Agam Kunjungi SDN 06 Lasi Mudo Candung

-Agam-218 Dilihat

Agam, (Nagaripost) – Setelah diberlakukannya PBM Sekolah tatap muka di kabupaten Agam provinsi Sumatera Barat, Komisi IV DPRD Agam langsung melakukan pengawasan dan kunjungan kesalah satu sekolah diwilayah itu. Rabu (22/9), salah satunya di SDN 06 Lasimudo kecamatan Canduang.

Dalam kunjungan itu dihadiri, Anggota Komisi IV, Ais Bakri, Asnidar, Suhermi SPd, Gema Saputra ST, Bulqaini S Fil, Edwar Dt Salman Linover serta turut hadir Plt sekwan Arnel SPd MM dan pendamping dari sekretariat DPRD.

Rombongan DPRD tersebut, diterima langsung Kepala Sekolah, Ofianis SPd dan majelis Guru SDN 06 Lasimudo.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekolah SDN 06 menjelaskan keadaan dan kondisi Sekolah saat ini. Yang mana masih kekurangan tenaga pengajar, yang awalnya tahun lalu berjumlah 8 rombel dan sekarang menjadi 7 rombel, hal tersebut dikarenakan adanya guru yang pensiun.

Baca juga :  TRC-KKT TILKAM AGAM SALURKAN BANTUAN KEBAKARAN DI NAGARI GADUT

Mengahadapi kondisi tersebut, banyak keluhan dan aspirasi dari Kepala Sekolah dan beberapa guru pengajar kepada Anggota Komisi IV DPRD Agam khususnya.

Sementara, Ais Bakri dalam sambutannya menyampaikan kedatangan rombongan dari Komisi IV DPRD Agam meninjau langsung ke SDN 06 Lasi, mengenai proses belajar mengajar dimasa Pandemi Covid-19 dan keluhan lain dari para Guru pada saat ini.

Ditambahkannya, yang mana Aspirasi dan keluhan dari guru-guru semua akan kami tampung dan akan menjadi masukan kami nantinya sebagai bahan dalam rapat kerja Komisi IV minggu besok dengan Dinas Pendidikan.

“Terima kasih kepada ibuk Kepala Sekolah dan majlis guru sekalian atas kunjungan kami dari Komisi IV DPRD Agam, permasalahan-permasalahan yang ada saat ini dapat terselesaikan dan dicarikan jalan keluarnya,” ujarnya.

Baca juga :  AKHIRNYA KPUD AGAM TETAPKAN AWR - IF SEBAGAI PASANGAN BUPATI TERPILIH DI PILKADA 2020

Lanjutnya, ia menuturkan kami sebagai Anggota Dewan hanya menjadi perpanjangan tangan Ibuk Guru dengan Dinas Pendidikan dan dinas terkait lainnya.

“Janganlah menjadikan permasalah sekolah ini menjadi beban ibuk-ibuk guru semua,” ungkap Ais. (Y)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.