oleh

Kejari Bersama Forkopinda Agam Musnahkan Barang Bukti

Agam, (Nagaripost) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Agam provinsi Sumatera Barat bersama Forkopinda memusnahkan barang bukti perkara narkotika 96,9027 gram shabu, 8,496 kg lebih ganja, dan memusnahkan alat bantu pengisap (Bong) sabu yang terbuat dari botol minuman bekas, Kamis (2/12/2021).

Selain itu bersama Forkopinda, Kejaksaan Negeri Agam juga musnahkan buku tafsir mimpi, yakni buku yang berisi petunjuk angka-angka togel, kartu ATM, dan Alat komunikasi (Handphone) sebagai alat judi online.

Bersama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Resor Agam, Kejaksaan Negeri Agam juga memusnahkan sisit hewan trenggiling, satu set tulang harimau dan sejumlah pakaian dari kejahatan cabul.

Kepala Kejaksaan Negeri Agam, Rio Rizal SH MHum kepada wartawan menjelaskan, barang bukti ini dimusnahkan dengan tujuan agar tidak menumpuk dan juga tidak disalah gunakan oleh pihak lain.

Baca juga :  Janjikan Nilai dan HP, Guru Bejat di Sumbar Setubuhi Siswi 2 Kali

Juga dijelaskan Rio, barang bukti ini berasal dari berbagai perkara di kabupaten Agam semenjak Februari hingga November 2021 dan telah mempunyai hukum tetap dari Pengadilan Negeri Lubuk Basung.

Barang bukti yang dimusnahkan bersama forkopinda Rio Rizal menuturkan berasal dari 79 perkara tindak pidana umum yang telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah dari pengadilan.

Disebutkan lebih lanjut, pemusnahan barang bukti dihalaman bagian belakang Kejaksaan Negeri Agam di Lubuk Basung ini, masih didominasi oleh perkara narkotika.

Narkotika yang dimusnahkan hari ini hanya sebagian kecil, sebelumnya, terang kajari, barang bukti sudah lebih dahulu dimusnahkan di BNN Provinsi.

“Nah, ini menjadi perkerjaan rumah kita bersama,” ulas Rio Rizal sedang memusnahan barang bukti dibakar.

Baca juga :  Kasus Terbesar Narkoba Cawu I Tahun 2021, Polres Agam Tangkap 5 Kg Ganja

Kepala Badang Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) kabupaten Agam, Yunilson yang turut memusnahkan barang bukti mengatakan, pihaknya prihatin dengan peredaran narkotika yang masih marak terjadi.

Dari beberapa kasus yang diungkap, Yunilson juga jelaskan ada diantaranya anak dibawah umur, ia kecanduan menghirup lem. Kepada mereka, sudah dilakukan pembinaan.

Terkait pecandu narkotika, Yunilson mengaku kewalahan untuk melakukan penanganan, lantaran belum adanya wadah khusus rehabilitasi narkotika di kabupaten Agam.

Mengatasi hal tersebut, pihaknya bakal menjalin kerjasama dengan BNN Pasaman Barat.

Sebagai upaya pencegahan, Pemda Agam juga telah berkoordinasi dengan pemerintah nagari untuk menganggarkan dana pencegahan narkotika.
Ia juga mengajak masyarakat untuk turut mengawasi peredaran narkotika. (Y)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed