oleh

Penuh Tanda Tanya, Staf ; Tidak Transparan Kapus Matur Bagikan Dana Insentif Covid-19

-Agam-26 views

Agam, (Nagaripost) – Kisruh ketidak transparan dana Covid-19 mulai terkuak, diawali muncul dari Puskesmas Matur kabupaten Agam provinsi Sumatera Barat, yang kabarnya Kepala Puskesmas Matur, drg Ibnu Fajar Putra itu dituduh stafnya tidak transparan, sehingga menimbulkan kecurigaan dan sehingga pecah belah diinteren mereka.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, dr Hendri Rusdian, Kamis (13/1) sore kepada wartawan di Lubuk Basung ketika dikonfirmasi, mengakui kebenaran itu, bahwa munculnya kecurigaan staf Puskesmas Matur terhadap Kapusnya atas pembagian insentif Covid-19, yang tak transparansi dalam pembagian insentif itu.

Beberapa dokumen menyebutkan, bahwa insentif Covid-19 pada tahun 2020, sebesar Rp45 juta hingga saat ini belum ada kejelasannya. Staf Puskesmas Matur minta, agar pembagian insentif disama ke 22 puskesmas yang ada di kabupaten Agam, tapi dijelaskan dr Hendri Rusdian, hal itu tidak mungkin dilaksanakan.

Baca juga :  Sertijab Walinagari Lawang Berlangsung Meriah Sukses

Akibat ketidak transparan Kepala Puskesmas (Kapus), staf Puskesmas Matur menyatakan tidak menerima lagi drg Ibnu Fajar Putra sebagai kapus Matur. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, dr Hendri Rusdian berjanji akan menyelesaikan kisruh di Puskesmas Matur itu dalam waktu segera mungkin.

Tidak hanya itu, dana insentif covid-19, rapat pada Rabu 14 Juli 2021 lalu, dihadiri Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Riyanti dan Kabid Yankes Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Halim membahas insentif Covid September 2020-Desember 2020.

Hasil kesepakatan, insentif Covid-19 dibagi sesuai point, tapi tidak semua dana yang ditransfer, ada yang dititipkan kembali ke BKUDA, sekitar Rp45 juta.

Terkait dalam hal itu, Kata dr Hendri Rusdian menjelaskan, dana dititip ke BKUDA itu, adalah dana kelebihan.

Baca juga :  Mairizal Pj. Walinagari Persiapan Sungai Jariang ; Kita Berkoordinasi Kepada Semua Pihak Dalam Amankan Aksi Balap Liar

Sesuai dengan hasil kesepakatan dalam rapat, yang tidak mengumpulkan uang adalah dr Yulia Sartika Rp20 juta, Netrici Yulihastuti Rp20 juta, Mutiara Sandy Rp20 juta.

Dijelaskan, pada 30 Agustus 2021, ditransfer uang insentif Covid-19 Januri 2021 sampai Juni 2021 kebeberapa staf Puskesmas Matur dengan jumlah sekitar Rp77.500.000, tetapi tidak ada kejelasan tentang pembagiannya, akibatnya muncul ketidak nyamanan di Puskesmas Matur. (Y)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed