oleh

Pengelola PKBM dan SKB di Agam Secara Bertahap Terapkan Kurikulum Merdeka

-Agam-484 Dilihat

Lubuk Basung, (Nagaripost) – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Agam provinsi Sumatera Barat, Drs Isra MPd mengadakan pertemuan rapat koordinasi dan evaluasi program kesetaraan didaerah itu, Jumat (12/8) di Aula Disdikbud setempat.

Pertemuan yang difasilitasi bidang PAUD dan Dikmas selain mengevaluasi kinerja program pendidikan luar sekolah, kedepan para pengelola PKBM dan SKB tahun pelajaran 2022-2023, dapat menjalankan kebijakan pemerintah pusat terkait kurikulum 13, dimana tahun ini mulai memberlakukan kurikulum merdeka.

Kurikulum merdeka perlu disesuaikan dan menerapkan kebijakan dengan menindaklanjutinya melalui paket kesetaraan yang ada di PKBM dan SKB di Agam.

Ada 2 jalur yang perlu diperhatikan, yaitu ;

  1. Jalur program sekolah penggerak
    Kurikulum belajar merdeka
  2. Jalur Implementasi Kurikulum Meredeka (IKM) secara mandiri yang dimulai dari tingkat PAUD sampai sekolah menengah
Baca juga :  RIBUAN BIBIT IKAN DITEBARKAN BANDAR LARANGAN DI PULAI MAGEK

“Berarti PKBM yang menangani paket A, B dan C agar menerapkan 3 pilihan. Level 1 mandiri belajar, Level 2 mandiri dan Level 3 mandiri berubah,” kata Isra.

Kepada pengelola PKBM dan SKB berharap juga dapat memenuhi secara bertahap, penerapan kurikulum merdeka harus ada perencanaan yang matang termasuk anggaran belanja operasional perlu dianggarkan.

Profil belajar pancasila itu ada beberapa komponen yang harus diperkuat ;

  1. Siswa beriman bertaqwa pada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia
  2. Siswa mandiri, bagaimana kemanadirian siswa dapat terwujud
  3. Bernalar kritis
  4. Kreatif
  5. Berfotong royong
  6. Berkebinekaan global

:Dilihat dari bidang akademik saat ini bagaimana mereka mampu merobah hal-hal pokok termasuk bidang literasi dan bidang numerasi, semuanya dapat diterapkan kepada siswa atau warga belajar,” sebut Isra.

Baca juga :  UNTUK MENYEPAKATI KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DAERAH ; BAPPEDA AGAM GELAR FORUM FKP RKPD 2022

Ditegaskan Kadisdikbud Agam di PKBM dan SKB perlu diadakan penguatan SDM pamong atau tutor, kepala sekolah, operator dan lainnya melalui bintek lokakarya.

Kebijakan daerah di Agam telah dilouncing motto pendidikan Agam “CAKAP”, yaitu seluruh lembaga pendidikan harus santiang cakap dan pintar.

“CAKAP itu Cerdas, Aktif, Kreatif, Agama dan Adat, serta Prilaku. Jadi bagaimana warga belajar itu cakap dan bagus prilakunya,” terang Isra.

Dengan adanya motto pendidikan, ciptakan PKBM yang Cakap dengan 3 penguatan yang dilakukan, yaitu ;

  1. Diperkuat agamanya dg program tahfiz paket A juz 30 paket B 2 juz ditambah juz 30 dan juz 1 sampai 5 termasuk paket C
  2. Perkuat adatnya
  3. Perkuat bahasa inggrisnya terutama yang berbakat
Baca juga :  Permudah Layanan, Bupati Agam Launching Aplikasi Smart Nagari

“Bila perlu lakukan penguatan terhadap akademik Pendidikan bagi pamong, guru atau tutornya,” ujarnya. (Y2)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.